Sunday, 23 September 2012

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan pada Tumbuhan


Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif
buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/mengenten, stek, dan merunduk.

A. Mencangkok

Mencangkok adalah kegiatan menumbuhkan akar pada batang induk, untuk kemudian dipotong dan ditanam. Tidak semua jenis tanaman dapat dicangkok. Hanya tanaman yang memiliki kambium saja yang bisa dicangkok (hanya tumuhan dikotil/berbiji belah ). Dengan mencangkok kita akan mendapatkan tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah. Contoh tumbuhan yang dapat dicangkok mangga, rambutan, jambu, jeruk, dsb.

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam mencangkok tanaman ialah: 

  1. Pohon Induk yang akan dicangkok sebaiknya mempunyai sifat-sifatyang baik ( rasanya enak, buah lebat, sehat dan lain-lain)
  2. Waktu mencangkok sebaiknya pada awal musim hujan. Dapat pula dilakukan pada musim kemarau asal dilakukan penyiraman 1-2 kali sehari pada tempat yang dicangkok.
  3. Pemilihan batang cangkokan; cabang yang baik untuk dicangkok yaitu cabang tanaman yang tidak terlalu tua atau terlalu muda, tumbuhnya tegak atau condong 45O, pertumbuhannya kuat, sehat dan subur.
  4. Pemeliharaan cangkokan; media/ tanah pada cangkokan harus cukup lembab sepanjang waktu.

Keuntungan Mencangkok :
-  Hasilnya sama dengan pohon Induk
-  Cepat menghasilkan Buah
-  Pohonnya pendek

Kelemahan Mencangkok :
-  Pohon induk rusak karena banyak cabang yang diambil untuk dicangkok
-  Tanaman hasil cangkokan tidak memiliki akar tunggang dan perakaran tanaman dangkal.



Cara mencangkok tanaman adalah sebagai berikut:
     1. Buat keratan melingkar berjarak 3 – 5 cm.
     2. Kupas bulit batang sampai terlihat kambiumnya.
     3. Bersihkan lapisan kambium dengan cara mengerok.
     4. Keringkan cangkokan beberapa hari (2 – 4 hari).
     5. Tutup cangkokan dengan tanah gembur yang dibalut sabut kelapa atau plastik.
       

B. Menempel (okulasi)

Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul. Dibandingkan dengan sambung pucuk/mengenten, penempelan mata tunas daya rekatnya lebih kuat dibandingkan dengan sambung pucuk sehingga pertumbuhan tunas selanjutnya cenderung lebih bagus.


Okulasi dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Iris kulit batang yang akan ditempel  berbentuk segi empat.
  2. Tunas yang akan ditempel diiris  sebesar irisan pada batang.
  3. Irisan tunas ditempel pada batang kemudia diikat.
  4. Jika tunas sudah mulai tumbuh, batang   bagian atas tunas dipotong agar tuna tumbuh lebih cepat.

C. Menyambung/mengenten

Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga
diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Perhatikan contoh berikut!
Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.

D. Stek

Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.

Selain stek batang dikenal pula stek daun dan stek pucuk. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek pucuk antara lain teh dan anak nakal (teh-tehan). Sedangkan tumbuhan yag diperbanyak dengan stek daun antara lain begonia dan sanseviera.

E. Merunduk

Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya. 

Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetatif buatan.

  1. Sifat tumbuhan baru sama persis dengan sifat tumbuhan induknya. Jika tumbuhan unggul maka tumbuhan baru pun akan bersifat unggul.
  2. Cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya. 

Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalahsebagai berikut.

  1. Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.
  2. perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit keturunan atau tumbuhan baru.
  3. merusak tumbuhan induk.

Sudahkah kamu memahami materi ini? jika belum, video ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang perkembangbiakan vegetatif buatan. Simaklah dengan cermat!




0 comments:

Post a Comment